RAGAM

Dipandu Pembatik Tradisional

Pelatihan Membuat Batik






indosiar.com, Yogyakarta - Upaya untuk memperkenalkan batik sebagai karya adiluhung bangsa Indonesia, terus digalakkan berbagai kalangan, termasuk pihak sekolah. Seperti yang dilakukan SDIT Assalam, Bantul, Yogyakarta ini, mereka membekali keterampilan siswanya, dengan memberi pelatihan batik lukis, yang dipandu langsung oleh sejumlah pembatik tradisional.

Puluhan siswa siswi SDIT Assalam Sanden, Bantul, Yogyakarta ini, tampak tekun membuat pola batik di sebuah sanggar batik lukis, di Kampung Dayu, Gading Sari, Sanden, Bantul.

Para siswa diberi kebebasan dalam membuat pola. Ada yang membuat bunga, binatang, pemandangan alam, pegunungan, maupun karikatur.

Setelah pola terbentuk, dengan bimbingan sejumlah pembatik lukis tradisional, mereka kemudian diajari cara melukis secara benar, menggunakan lilin batik atau malam.

Dengan penuh antusias, anak-anak ini saling berlomba melukis batik sebaik mungkin, dialam terbuka.

Proses selanjutnya, anak-anak diajari tentang cara pewarnaan menggunakan bahan-bahan kimia. Pewarnaan untuk batik lukis memerlukan ketelitian tersendiri, dan dilakukan beberapa tahap.

Mulai pewarnaan awal, dan lalu dijemur menggunakan sinar matahari, lalu diakhiri tahap perebusan atau lorot, yaitu untuk menghilangkan lilin, yang menempel pada kain.

Semua proses tersebut dilakukan agar menghasilkan warna yang sempurna. Pasalnya, batik lukis digunakan sebagai hiasan. Sehingga nilai seninya lebih menonjol, dibandingkan dengan batik lainnya.

Batik lukis mempunyai prospek cukup bagus. Tidak hanya digemari di dalam negeri, batik lukis ternyata juga diminati warga asing terutama Eropa maupun Jepang.

Sementara, untuk motif-motif yang paling banyak digemari saat ini, adalah gambar binatang, tanaman, maupun tokoh-tokoh dalam dunia pewayangan.(Sudaryono/Ijs)




Baca Juga:

Berita HOT:
More RAGAM:
[ more Ragam ]