FOKUS

Ujian Nasional SD

Dalam Kondisi Memprihatinkan


indosiar.com, Jember - (Senin,07/05/2012) Berbeda dengan para siswa lainnya, pelaksanaan ujian nasional siswa SDN Pakis III Kecamatan Panti Jember berlangsung dalam suasana prihatin. Lantaran gedung sekolah hancur disapu angin puting beliung, Januari lalu, para siswa terpaksa menjalani ujian di teras rumah rumah warga, dengan fasilitas seadanya.

Siswa madrasah Iptidaiah, Dalur Ulum dan SDN Besuki, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo, yang menjadi korban lumpur Lapindo, hari ini mengikuti ujian nasional di bangunan sekolah yang lokasinya berbatasan langsung dengan tanggul penahan lumpur.

Desa ini sebenarnya sudah ditinggal warganya, karena sudah dijadikan kolam penampungan lumpur. Karena itu jumlah siswanya sudah menyusut.

20 siswa SD Negeri Sumen, Desa Glagaharjo, Sleman, Yogyakarta melaksanakan ujian nasional di sekolah darurat.

Bangunan sekolah masih beratapkan seng dengan dinding sementara dinding anyaman bambu, masih dalam kondisi keterbatasan, namun seluruh siswa tetap serius melaksanakan ujian nasional yang hari ini untuk mata pelajaran Bahasan Indonesia.

Sementara 24 siswa madrasah Iptidayah Mantahul Huda, Desa Mayang Rejo, Kecamatan Kali Tidu, kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, terpaksa melaksanakan ujian nasional di balai desa.

Ini terpaksa dilakukan sebagai akibat adanya konflik internal di badan 2 yayasan yang menaungi sekolah tersebut.

Konflik dipicu, karena ke 2 yayasanya, ingin menempatkan perwakilannya sebagai kepala sekolah. Sedangkan pihak kanwil kementrian agama kabupaten Bojonegoro, belum bisa memastikan akan sampai kapan permasalahan ini berlanjut.

Di Ciamis, Jawa Barat, puluhan siswa SD Negeri Karang Pawitan Satu Desa Karang Pawitan terpaksa melaksanakan ujian di mushollah karena kelas mereka rusak dan belum diperbaiki.

Mushollah disekat menggunakan triplek menjadi 3 ruangan. Akibat lahan sekolah dalam sengketa, ujian nasional di Sekolah dasar Negeri Bojong Mas, kecamatan Solokan Jeruk, kabupaten Bandung, Jawa Barat, dijaga sejumlah aparat kepolisian.

Hal ini dilakukan untuk memberikan kenyamanan terhadap siswa yang melaksanakan ujian karena beredar isyu akan adanya penggembokan oleh ahli waris sekolah. Meski di tengah rasa cemas, pelaksanaan hari pertama ujian nasional di sekolah ini berjalan lancar.

Sementara itu pelaksanaan ujian nasional di Jakarta pada hari pertama dengan ujian mata pelajaran Bahasa Indonesia umumnya berjalan lancar.

Pihak sekolah seperti di SD Negeri Duri Kepa 07 dan 08 pagi menjamin tidak ada kebocoran soal.(Tim liputan/Her)




Berita HOT:
More FOKUS:
[ more Fokus ]